Feed on
Posts
comments

Mau Es Indonesia Aja…

Menunya Es Shanghai… isinya  nanas rasa cengkeh. Melon, bubur delima, pakai es serut sama pakai susu dan selasih…

Huu nggak mau es Shanghai.. maunya es Singapore aja.. Shanghai kejauhan… terus ganti isinya jadi Melon, Semangka pakai es serut sama susu.. bisa nggak??? Pernah baca makanya minta ini.. hehe…

Dari pada makan nanas rasa cengkeh… sayangnya Mbaknya jawab malu-malu nggak ada es Singaporenya… Ya udah makan aja nanas rasa cengkeh… hehee..

Terus ada es Jerman, kirain apa, Cuma singkatan Jeruk Manis… Walah walah… nama es sekarang pakai nama negara-negara - isinya sesuka hati yang bikin.. gimana tuh.. kalo gitu besok aku bikin es Indonesia aja lah… Lha belum ada.. tinggal pakai puding merah ma puding putih, dikasih es serut sama susu…

hhhmmm… ngayal sore sore…

Bekas Pacar Pasangan

Suatu ketika Seorang wanita meluncurkan beberapa pertanyaan yang meluncur begitu saja dari bibir Wanita pada pasangannya, Pria. Pertanyaan entah bagaimana karena rasa ingin tahu lebih jauh banyak sekali mengalir begitu saja. Semua berkisar tentang kisah cinta masa lalu pasangan. Yang ditanya berusaha menjawab dengan sabar dan jujur, walau Wanita pun tahu terkadang muncul raut kengganan untuk menjawab dari wajah si Pasangan. Entah kenapa pertanyaan malah semakin mendetail.

Pertanyaan bukan muncul begitu saja. Semua muncul karena ada hal-hal yang rasanya perlu dipertanyakan. Kadang kala agak susah mungkin bagi Si Pasangan untuk berbohong, akhirnya Ia pun menjawab, kadang kala jawabannya menyakitkan hati Wanita. Tak jarang air mata Wanita mengalir. Mendengar cerita dan mengetahui dalamnya perasaan Pasangan terhadap bekas pacarnya membuat rasa kecewa dan cemburu Wanita muncul. Tapi rasa cinta nampaknya lebih besar dari rasa kecewa dan cemburu, rasa cinta mereka berdua membuat rasa toleransi mereka nampaknya menjadi sedikit melebar batasnya. Wanita belajar memahami Pria. Dan mereka berdua pun terus berusaha menjalin hubungan kasih itu. Hanya kadang kala rasa ikhlas belum bisa muncul dari hati Wanita. Kata iya di bibir belum bisa muncul di hati juga.

Dengan berjalannya waktu Wanita melihat segala sikap dan tingkah laku pasangannya, tidak ada tanda-tanda merindukan bekas pacar kembali, berharap bisa kembali, atau apa pun lainnya. Semakin tahu bahwa Pria mencintai Wanita, Wanita pun makin mencintai Pria. Cerita-cerita bekas pacar pasangan kadang masih muncul. Kesabaran Sang Pasangan menjawab membuat Wanita makin yakin untuk mencintainya.

Sekarang Wanita tahu, dirinya tidak membutuhkan cerita bekas pacar pasangan lagi. Bekas pacar pasangan adalah bagian dari masa lalu pasangan, setiap orang punya masa lalu yang melekat pada dirinya. Tidak bisa hilang begitu saja. Memori itu hanya bisa disimpan jauh dalam hati si pasangan yang pernah patah hati. Yang sekarang dan yang ke depan lah yang perlu dipikir bukanlah yang lalu. Wanita tahu, mau tahu tentang bekas pacar pasangan perlu memperhatikan hatinya sendiri. Seberapa siap Ia mendengarkan jawabannya. Dan Wanita pun menjalani hidupnya dengan lebih enjoy tanpa terngganggu cerita bekas pacar pasangan lagi. TAMAT.

EPILOG

Cerita pendek sore hari, hasil mendengar dan didengar, juga terinspirasi karena pagi ini membaca kisah yang ada di blog nya mulutmanisyangberbisa, yang sedikit memaksa aku membaca blognya, karena ada promo member get member - setiap teman yg bisa kamu ajak baca blogku kamu dapet 1 buah ciuman… Hadiahnya diantar sampai depan rumah 1 x 24 jam, dan aku berinisiatif untuk menyumbangkan hadiahnya ke dinas sosial, dan menurutnya bila dinas sosial semuanya wanita, Ia rela melipatgandakan hadiahnya. Rasanya kalau menulis begini dan banyak yang baca blog itu, hadiahku bisa makin berlipat, dengan demikian silahkan mulutmanisyangberbisa mempersiapkan bibir untuk mencium semua wanita di dinas sosial.

Ditulis hanya untuk menemani sore yang hujan rintik-rintik..

Jakarta Primitif

Sejak beberapa bulan lalu, mungkin 1-2 bulan lalu mati listrik sering terjadi di Jakarta. Begitu listrik mati, hand phone terus-terusan berbunyi entah telp, entah sms, hanya untuk saling mengetahui apakah kondisi di sana sama dengan di sini. Fiuhh… sedikit menjengkelkan memang, karena artinya kalau mati lampu kerja jadi sedikit terbatas — air pun menjadi terbatas, karena pompa air dihidupkan oleh listrik juga — alamat nggak mandi, mandi keringat iya, sikat gigi mahal soalnya pakai aqua, sedikit gatal-gatal karena nggak mandi *kondisi terpaksa. Yah memang begitu yang terjadi… Jakarta yang ibukota negara Indonesia kok sering mati listriknya. Kalau hari masih siang, masih ada matahari masih ada terangnya matahari, tapi kalau sudah malam dan listrik mati masih berlanjut.. wah… serasa jadi orang primitif, gelap2an nggak tahu bentuk apa2, cuma pake lilin, lengkap dengan nggak ada air… Benar-benar primitif… fiuuuw… Ya selamat menikmati saja.. Sediakan minuman, cemilan, dan kartu.. mari kita bermain.. hahahaha….

Sebagai seorang yang bekerja dan sebagai orang yang ingin bekerja maksimal, orang yang ingin bisa bermanfaat bagi orang lain secara maksimal. Sudah sepantasnya kita berusaha mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri. Tapi kadang kala keinginan dan ambisi untuk berkembang secara maksimal tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan lingkungan sekitar kita. Jadinya malah ada saja yang kadang sering kita klaim sebagai penghambat. Kalau sudah begitu rasanya kita ini menjadi pribadi yang kurang bersyukur deh…

 Wah.. repot juga ya… tapi bagaimana kalau kita rubah pola berpikirnya, oke lah, ada jalan lain, kenapa kita tidak pilih berpikir : Wawasan Global, Aktivitas Lokal. Walau kita banyak wawasan, banyak ilmu, banyak potensi, mesti pintar juga menerapkannya dalam aktivitas harian kita. Cari cara bagaimana supaya wawasan global kita ini dapat diterapkan dalam aktivitas lokal kita. Alih-alih hal ini malah bisa lebih mengembangkan kreativitas kita. Bagaimana mengakali sesuatu yang tidak bisa dikerjakan sesuai wawasan kita, menjadi mungkin dilakukan dengan menyesuaikan kondisi. Kalau sudah begitu jadi deh wawasan global aktivitas lokal diterapkan. Jangan sampai semangat untuk tumbuh dan berkembang itu menjadi surut hanya karena kecewa dengan situasi dan kondisi, kenapa kita tidak memilih untuk bersahabat dengan keadaan dan mensyukurinya.

Tetaplah di sini

Tetaplah di sini

Dalam diam bersamaku

Mendengarkan sendunya setiap desah angin

Menikmati lembutnya tiap hembusan nafas

Berharap selalu bisa menikmatinya

 

Tetaplah di sini

Dalam keramaian bersamaku

Memahami ramainya suasana dunia

Menikmati indahnya riuh kicauan di muka bumi

Berharap tiada pernah ada sepi menghampiri

 

Tetaplah di sini

Dengarkanlah aku dalam diam maupun ramai

Walau tidak nyata dan tidak tersentuh

Tapi tetaplah di sini

Lihatlah bagaimana hati ini terus bekerja

Lihatlah bagaimana caranya menembus dalamnya perasaan

Jangan sampai hati ini menjadi begitu rapuh

Jangan sampai hati ini menjadi terlalu keras

Biarkan hati ini tetap lembut

Dan tetaplah di sini

Bersamaku..

Rasa cinta yang posesif itu yang merubah seseorang menjadi penuh rasa cemburu, penuh amarah, kasih sayang hilang, ketulusan hilang…

Benar-benar menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah cinta yang universal lah yang bisa menumbuhkan kasih sayang serta ketulusan seseorang dalam mencintai sesamanya..

Januari 2009

Sejenak sebelum tidur

Malam hampir habis, hampir tidak bisa tidur
Terlalu banyak hal yang mengusikku
Ada banyak tantangan di depan ku
naik-turun, maju-mundur, kanan-kiri..

Aku mencoba mengingat masa lalu,
ternyata semuanya tampak kabur bagiku.. tak apa pikirku..
mungkin akan lebih mudah begitu..

Aku mencoba menatap masa depan,
sama kaburnya.. tak apa pikirku..
kuharap memang akan lebih mudah begitu..

Aku baru saja melewati hari ini
aku takut tapi aku mencoba berani..

Aku tersenyum
dan aku pun terlelap begitu mudahnya

Ternyata semuanya baik-baik saja

Aku dan Ke-Aku-an ku

Apa pun yang kulakukan sepenuhnya menjadi hakku.
Banyak orang berusaha merubahku,
tapi tak ada yang mampu merubahku…

Setiap orang hanya bisa memberiku nasihat,
karena pada akhirnya segala keputusan dan pilihan ada di tanganku.
Hanya aku sendiri yang akan merubah segala sesuatunya..
bukan kamu kamu dan kamu…

Apa aku keras kepala…
Tidak..

Aku hanya berusaha memahami diriku sendiri
dan menjadi diriku sendiri…..

Apakah terdengar egois..
Apakah juga terdengar arogan…

Merdeka..

Menjadi pribadi yang merdeka???

Tidak terjajah, bebas, dan tidak takut apa pun.

Karena tahu bahwa yang dilakukannya adalah pada jalan yang benar,

Karena tahu yang dilakukannya selalu bertanggung jawab,

Karena tahu yang dilakukannya tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri,

Karena tahu yang dilakukannya tidak merugikan orang lain,

Karena tahu yang dilakukannya bukanlah suatu kejahatan,

Karena tahu yang dilakukannya adalah berani menjadi dirinya sendiri, pribadi yang MERDEKA seutuhnya.

Hari ini bangun sedikit kesiangan dari biasanya, sampai-sampai teman depan kamarku sedikit berteriak menyebutkan jam.. Fiuhhhh… tadi pagi bangun kepagian… Cuma pipis, terus bobok lagi… jadi kesiangan deh….

 

Karena bangun sedikit kesiangan, aku memutuskan sarapan pagi di kantor,  kubawa roti dan satu sachet caffe latte.. Sebenarnya tidak ‘kesiangan’ sampai telat ngantor atau mesti ngebut ke kantor, toh aku sampai kantor, kantornya masih sepi.. Cuma kayaknya kalo sarapan  Aku buat kopiku di dapur kantor dan membawa kopiku ke mejaku di lantai 3. Aku mulai naik tangga sambil menciumi aroma caffe latte yang halus dan wangi itu.. hhhmm…  Aku sudah sampai belokan tangga menuju lantai 3 dan.. Gedubraaaakkkkk … kopiku loncat dari cangkirnya, dan aku terjatuh, turun lagi sampai ujung belokan tangga… dan aku sempat menaruh cangkirku di anak tangga no 3 dari atas sambil terus meluncur ke bawah……huhuhuuuu….. Aeh… aku langsung ingat adegan Tom and Jerry kejar-kejaran, Tom dikalahkan Jerry lalu terjatuh di tangga dengan tubuhnya yang turun mengikuti bentuk anak tangga.. lucu dan konyol.. tapi itu terjadi padaku… dasar menyebalkan…….. Sebel juga sama pikiran sendiri…. Harusnya aku mikir bakal keseleo atau mana yang sakit, kok malah pikiran kartun yang muncul……

 

Duuuhhh… sakit juga… akhirnya rasa sakitnya muncul… aduuuhhh mana masih sepi kantornya… benturannya nampaknya cukup keras, lututku jadi terasa kaku dan senut-senut…. aku menaikkan celanaku sampai ke atas lutut, ohhh …. sedikit memar… aku mau berdiri kok susah… kayaknya lututku belum mau kompromi diajak jalan… aku luruskan kakiku sambil ngelesot di tangga… aku panggil Mbak Mon - mbak resepsionis yang udah dateng dan sempet ketemu di dapur… padahal dapurnya lantai 1… Argghhhh… untung2an teriak aja…. Ndak lama ada suara seseorang ngomong “Cin.. kenapa??? Jatuh ya???” Fiuhh… Muncul deh Mbak Lin… hehehee…”Iya mbak..” nyegir dahhh…. ufff… untunglah aku masih bisa nyengir, berarti masih oke… hehehee… Sedikit kaku, tapi aku masih bisa jalan….

 

Siangnya hampir jatuh di tempat yang sama, ah.. konyol juga kalo jatuh 2 kali di tempat yang sama… Kali ini naik tangga sambil sms… wakssssss….

 

Aku tahu apa sebab aku jatuh.. bukan kepleset, tapi ujung sepatu sandalku nyangkut di anak tangga…. weks…

 

Sekarang mesti fokus kalau mau naik tangga daripada kayak kartun Tom and Jerry.

Older Posts »